Dari Ya'la bi Syaddad ra, ia berkata, telah berkata kepadaku Abi Syaddad bin Aus dan Ubadah bin Shamit ra, juga hadir dan membenarkannya, ia berkata pada suatu ketika kami berada di majelis Rasulullah saw, lalu beliau bertany, "Apakah ada di antara kalian orang asing, yaitu Alhlul Kitab? Kami menjawab, "Tidak ada, ya Rasulullah." Lalu beliau saw menyuruh menutup pintu-pintu, lalu bersabda, "Angkatlah tangan kalian dan ucapkanlah 'Laa ilaaha illallah'." Kami pun mengangkat tangan-tangan kami sejenak dan mengucapkannya. Lalu beliau saw mengucapkan, "Alhamdulillah. Ya Allah sesungguhnya karena kalimat inilah Engkau telah mengutusku dan dengan kalimat inilah Engkau telah menjanjikan surga kepadaku dan Engkau tidak akan mengingkari janji." Lalu beliau saw berkata, "Bergembiralah, bahwa Allah telah mengampuni kalian." (HR.Ahmad & Thabrani)
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, "Perbaharuilah iman kalian." Para sahabat berkata, "Ya Rasulullah, bagaimanakah memperbaharui iman kami?" Sabda Beliau saw, "Perbanyaklah ucapan 'Laa ilaaha illallah'." (HR.Bukhori)
Dzikir, dzikir, dzikir. Tetes tetes embun dzikir membawa hikmah & ilmu. Dzikir pengantar mengikuti jejak kebenaran; Dzikir menggapai ridho dari Yang Maha Kuasa, Yang Menguasai Hari Pembalasan. Dzikir berpedoman pada Al-Qur an dan Al-Hadits, petunjuk hidup di jalan yang lurus.
Tampilkan postingan dengan label Keutamaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keutamaan. Tampilkan semua postingan
Kalimah Laa Ilaaha Illallah
Abu Hurairah ra bertanya kepada Rasulullah saw., "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling bahagia dengan memperoleh syafaatmu pada hari kiamat kelak?" Beliau menjawab, "Saya juga telah mendugamu, wahai Abu Hurairah, bahwa tak akan ada seorang pun yang akan menanyakan masalah ini sebelum kamu, karena penglihatanku ats gairahmu terhadap hadits. Orang yang paling beruntung dengan syafaatku pada hari kiamat ialah orang yang mengucapkan 'Laa ilaaha illallah' dengan penuh ikhlash dari hatinya ataupun dirinya." (HR.Bukhori)
Dari Zaid bin Arqom ra., Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa mengucapkan 'Laa ilaaha illallah' dengan iklash, pasti masuk surga." Seseorang berkata, "Apa I\ikhlashnya?" Jawab Nabi saw, "Menjauhkan diri dari segala yang diharamkan Allah." (HR. Thabrani)
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah seseorang hamba membaca 'Laa ilaaha illallah', kecuali dibukakan baginya pintu langit hingga Arsy Ilahi, selama ia menghindarkan diri dari dosa-dosa besar". (HR.Tirmidzi)
Dari Zaid bin Arqom ra., Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa mengucapkan 'Laa ilaaha illallah' dengan iklash, pasti masuk surga." Seseorang berkata, "Apa I\ikhlashnya?" Jawab Nabi saw, "Menjauhkan diri dari segala yang diharamkan Allah." (HR. Thabrani)
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah seseorang hamba membaca 'Laa ilaaha illallah', kecuali dibukakan baginya pintu langit hingga Arsy Ilahi, selama ia menghindarkan diri dari dosa-dosa besar". (HR.Tirmidzi)
Kalimah Thoyyibah
Dari Jabir ra, Nabi saw bersabda : "Dzikir yang paling utama adalah 'Laa ilaaha illallah' dan doa yang paling utama adalah 'Alhamdulillah'." (HR Tirmidzi, Ibnu Majjah).
Dari Abu Said Al Khudri ra., Nabi saw bersabda, "Musa as berkata, "Wahai Tuhanku, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang aku dapat mengingatMu dengannya, dan berdoa kepadaMu dengannya." Allah berfirman, "Ucapkanlah 'Laa ilaaha illallah'. Nabi Musa berkata, "Ya Tuhan, setiap hambaMu mengucapkannya." Allah berfirman lagi, "Ucapkanlah 'Laa ilaaha illallah'. Musa as berkata, "Aku ingin sesuatu yang Engkau khususkan bagiku dengannya." Allah berfirman, "Wahai Musa. Jika tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi diletakkan di suatu timbangan dan 'Laa ilaaha illallah' dalam timbangan lainnya, maka timbangan yang berisi 'Laa ilaaha illallah' akan lebih berat." (Nasa'i, Ibnu Majjah, Hakim)
Dari Abu Said Al Khudri ra., Nabi saw bersabda, "Musa as berkata, "Wahai Tuhanku, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang aku dapat mengingatMu dengannya, dan berdoa kepadaMu dengannya." Allah berfirman, "Ucapkanlah 'Laa ilaaha illallah'. Nabi Musa berkata, "Ya Tuhan, setiap hambaMu mengucapkannya." Allah berfirman lagi, "Ucapkanlah 'Laa ilaaha illallah'. Musa as berkata, "Aku ingin sesuatu yang Engkau khususkan bagiku dengannya." Allah berfirman, "Wahai Musa. Jika tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi diletakkan di suatu timbangan dan 'Laa ilaaha illallah' dalam timbangan lainnya, maka timbangan yang berisi 'Laa ilaaha illallah' akan lebih berat." (Nasa'i, Ibnu Majjah, Hakim)
Allah mencintai yang baik-baik.
Allah swt memilih yang terbaik dari tiap-tiap jenis makhluk, lalu mengkhususkan untuk diriNya dan meridhoinya melebihi yang lain. Sesungguhnya Allah swt adalah baik dan tidak mencintai kecuali yang baik. Tidak mau menerima amalan, perkataan, dan sedekah, kecuali yang baik. Terbaik dari segala sesuatu adalah pilihanNya.
Tanda kebahagiaan atau kesengsaraan seorang hamba bisa dilihat dari kebiasaannya, baik atau buruk. Sebab, yang baik tidak akan sesuai kecuali dengan yang baik; tidak rela kecuali dengan yang baik; tidak tentram kecuali pada yang baik; dan hati tidak akan tentram kecuali bersama yang sama-sama baik.
QS An Nuur : 26 "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)."
Tidak dinaikkan kepada Allah swt kecuali perkataan yang baik. Untuk itu bagi yang menghendaki kebaikan, hindari dan jauhilah pembicaraan yang keras dan keji. Hindarilah kekejian dan kekotoran pada lisan, bohong, ghibah, namimah, dusta, perkataan palsu, dan semua jenis perkataan yang buruk. Sebaliknya, lakukanlah kebiasaan kebiasaan yang baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan, agar kita selalu dalam keadaan baik.
Firman Allah dalam Al Qur'an surat An Nahl ayat 32 disebutkan: (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik [1] oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum [2], masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan".
[1] Maksudnya: wafat dalam keadaan suci dari kekafiran dan kema'siatan atau dapat juga berarti mereka mati dalam keadaan senang karena ada berita gembira dari malaikat bahwa mereka akan masuk syurga.
[2] Artinya selamat sejahtera bagimu.
Dalam Surat Az Zumar ayat 73 disebutkan : "Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya".
Kalau kita menghendaki untuk mendapatkan surga di akhirat nanti, tentunya kita selalu berusaha untuk menjadi orang yang baik, menjadi orang yang bertaqwa, dengan selalu membiasakan melakukan hal-hal yang baik pada apapun dan pada siapapun, baik dalam bentuk perkataan maupun dalam bentuk perbuatan.
Tanda kebahagiaan atau kesengsaraan seorang hamba bisa dilihat dari kebiasaannya, baik atau buruk. Sebab, yang baik tidak akan sesuai kecuali dengan yang baik; tidak rela kecuali dengan yang baik; tidak tentram kecuali pada yang baik; dan hati tidak akan tentram kecuali bersama yang sama-sama baik.
QS An Nuur : 26 "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)."
Tidak dinaikkan kepada Allah swt kecuali perkataan yang baik. Untuk itu bagi yang menghendaki kebaikan, hindari dan jauhilah pembicaraan yang keras dan keji. Hindarilah kekejian dan kekotoran pada lisan, bohong, ghibah, namimah, dusta, perkataan palsu, dan semua jenis perkataan yang buruk. Sebaliknya, lakukanlah kebiasaan kebiasaan yang baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan, agar kita selalu dalam keadaan baik.
Firman Allah dalam Al Qur'an surat An Nahl ayat 32 disebutkan: (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik [1] oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum [2], masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan".
[1] Maksudnya: wafat dalam keadaan suci dari kekafiran dan kema'siatan atau dapat juga berarti mereka mati dalam keadaan senang karena ada berita gembira dari malaikat bahwa mereka akan masuk syurga.
[2] Artinya selamat sejahtera bagimu.
Dalam Surat Az Zumar ayat 73 disebutkan : "Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya".
Kalau kita menghendaki untuk mendapatkan surga di akhirat nanti, tentunya kita selalu berusaha untuk menjadi orang yang baik, menjadi orang yang bertaqwa, dengan selalu membiasakan melakukan hal-hal yang baik pada apapun dan pada siapapun, baik dalam bentuk perkataan maupun dalam bentuk perbuatan.
Langganan:
Postingan (Atom)